Matematika? Siapa takut!
Matematika adalah rumus pasti. Yang apabila ditanyakan, pasti selalu konkrit hasilnya. Tapi
mengapa banyak siswa-siswi atau anak-anak sulit menghadapi pelajaran yang satu
ini? Apalagi pelajaran matematika ini adalah salah satu pelajaran wajib yang di
UN kan. Matematika ini adalah ilmu yang memerlukan
konsentrasi dan niat belajar
serta ingin bisa yang tinggi. Sebenarnya, menurut pengalaman saya sendiri,
kunci matematika itu setelah memasuki SD, kita harus paham perkalian, minimal 1
– 10. Kunci berikutnya harus paham decimal
dan per”an (misal 1/2, 3/8, 9/7, dll). Kunci ketiga harus paham aljabar,
trigonometri, algoritma, dan lain-lain.
Matematika
itu pada dasarnya sangat penting bagi kita. Karena dalam semua aspek kehidupan
mengandung unsur matematika. Berjalan, hitungannya langkah, itu matematika. Belajar,
berapa jam, hitungannya itu matematika. Denyut jantung, berdetak sekian kali
per menit, itu matematika. Tulisan ini dibuat berapa kata, itu matematika. Semua
unsur kehidupan tak pernah lepas dari unsur matematika. Itulah mengapa
pentingnya kita untuk belajar matematika.
Matematika
adalah ilmu tentang konsep, angka, prinsip bisa juga ditulis menggunakan simbol-simbol
yang digunakan untuk lebih mudah menguasai dan mengerti. Matematika adalah ilmu
pasti, jadi orang yang suka kepastian pasti suka matematika ^^ hehe.
Mari
kita bahas sebenarnya faktor apa saja yang membuat orang-orang kurang minat
terhadap matematika.
1. Kesiapan
belajar
Kesiapan
belajar adalah suatu perubahan keadaan dalam diri seseorang yang membuatnya
siap memberi jawaban atau respon untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kesiapan belajar
berarti anak harus siap secara fisik, mental atau psikis dan materiil.
Fisik disini diartikan seperti anak sering
mengantuk, cepat lelah, mudah sakit, dan lain-lain, psikis yang dimaksud adalah
kepercayaan diri sang anak, apakah dia sudah bisa atau belum. Materiil, diartikan
sebagai banyaknya ilmu yang didapat atau buku yang dibaca. Jadi untuk para
bunda dan calon bunda, jangan bingung bila anak belum paham matematika. Kunci pengembangan
diri anak ada pada bunda dan orang-orang disekitarnya. Misalnya anak kurang
siap pada kondisi psikis dari tingkat kepercayaan dirinya. Maka yang bunda
harus lakukan adalah meyakinkan dia kalau dia bisa berdiri sendiri. Kita support dia, berikan kepercayaan penuh
kita padanya, walaupun dia masih bergerak lamban tapi sabarlah wahai bunda. Anak-anak
hanya butuh pendampingan dan arahan dari kita.
2. Kesulitan
berkonsentrasi
Dunia
anak adalah dunia permainan, anak-anak belum mengetahui mana yang benar dan
mana yang salah. Anak-anak hanya mengetahui mana yang enak menurut perasaannya
dan mana yang tidak enak menurut perasaannya. Maka dari itu kita sering
mendapati anak-anak ketika diberi tugas oleh gurunya justru main keluar kelas,
apalagi masih kelas 1 / 2 SD. Keinginan bermainnya itu kadang yang membuat
kesulitan anak-anak untuk berkonsentrasi. Di era modern seperti sekarang ini,
banyak yang telah menyadari pentingnya belajar sambil bermain dengan anak-anak.
Untuk
dapat menarik perhatian anak-anak, kita harus terlebih dahulu memiliki perasaan
yang satu dengan mereka, menjadi seperti mereka dan dekat dengan mereka. Kita harus
membuat kondisi yang membuat mereka tertarik dan ingin belajar sambil bermain
dengan kita. Dengan metode yang satu ini mungkin akan membuat pelajaran cepat
masuk ke anak-anak. Karena sejatinya anak-anak adalah peniru ulung. Dia senang
meniru apa yang orang sekitarnya lakukan.
3. Kesulitan
belajar
Kesulitan
belajar ini bukan karena faktor intelegensi yang rendah. Tetapi bisa juga
didapat dari faktor non-intelegensi. Jadi orang yang IQ nya tinggi juga belum
tentu menjamin keberhasilan belajar. Untuk mempermudah pembelajaran, maka
hendaknya kita mengajarkan dari hal sederhana ke kompleks. Bukan sebaliknya. Menurut
sholeh, kesulitan belajar matematika dapat disebabkan oleh faktor :
a. Tidak
dapat menangkap konsep
b. Tidak
mengerti arti lambang
c. Tidak
memahami asal usul prinsip
d. Tidak
bisa menggunakan operasi atau prosedur
e. Ketidaklengkapan
ilmu pengetahuan
Karena
sejatinya matematika adalah ilmu tentang konsep, ilmu tentang lambang, prinsip,
tata cara yang dikemas secara pasti. Jadi untuk bisa menguasai matematika kita
harus paham konsep, lambang, prosedur atau tata cara dalam matematika. So..
dipraktekkan yaa ilmu dari blog ini ^^
Firman
Allah dalam Q.S Fatir: 19 yang artinya:
“Dan
tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat”.
Dalam
sebuah hadis menyebutkan :
“Menuntut ilmu itu hukumnya
wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan”
Silahkan
mulai dari sekarang pahami konsep, lambang, prinsip dan alur matematika yooo..
semangat belajar. Karena sedikit-sedikit lama-lama akan menjadi bukit.
Sumber
:





Terlalu panjang di alenia pertama. Tapi bagus dalam diksi-diksi yang digunakan
BalasHapusBagus, Sangat membantu
BalasHapusKalau bahasa anak Teknik selain matematika teknik adalagi yg jadi momok. Kalkulus. Iya kalkulus. Hoho. Lanjutkan saaa...
BalasHapusKerenn
BalasHapusSemangat matematika!!!
BalasHapusTetep aja kak aku ga suka wkwk
BalasHapusSemangatt ,sangat bermanfaat
BalasHapusSemangaaaaaaaaat aca 💪💞💞
BalasHapusIya bener. Kalo udh ngerti matematika, bakal seru bgt kalo ngerjain soal-soalnya sampe kayak ketagihan gitu
BalasHapus❤️
BalasHapusMasih lebih serem fisika sih :(
BalasHapusNggak boleh takut sama matematika karena kita hanya boleh takut pada Allah 😀😄
BalasHapusBisa ditinjau dari aspek psikologi, sedikit kritik tentang sistem pendidikan kita yang cenderung "memaksa" anak harus mengerti padahal itu bukan difase perkembanganya. Tetaplah berlatih, matematika itu ilmu pasti jadi lebih mudah mencari jawabanya dibanding kita mengadu argumen tentang isue yang ada. Tetapi menulis, sangat bermanfaat!
BalasHapusLove matematika❤
BalasHapusAku sukak mtk
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAwalnya suka pelajaran MTK tapi semakin keatas semakin kurang suka....ada solusinya gak nih hehehehe
BalasHapusBelajar ikhlas dengan matematika qq
HapusBismillah aja
BalasHapus