Kamis, 21 November 2019


Matematika? Siapa takut!


Matematika adalah rumus pasti. Yang apabila ditanyakan, pasti selalu konkrit hasilnya. Tapi mengapa banyak siswa-siswi atau anak-anak sulit menghadapi pelajaran yang satu ini? Apalagi pelajaran matematika ini adalah salah satu pelajaran wajib yang di UN kan. Matematika ini adalah ilmu yang memerlukan

konsentrasi dan niat belajar serta ingin bisa yang tinggi. Sebenarnya, menurut pengalaman saya sendiri, kunci matematika itu setelah memasuki SD, kita harus paham perkalian, minimal 1 – 10. Kunci berikutnya harus paham decimal dan per”an (misal 1/2, 3/8, 9/7, dll). Kunci ketiga harus paham aljabar, trigonometri, algoritma, dan lain-lain.

Matematika itu pada dasarnya sangat penting bagi kita. Karena dalam semua aspek kehidupan mengandung unsur matematika. Berjalan, hitungannya langkah, itu matematika. Belajar, berapa jam, hitungannya itu matematika. Denyut jantung, berdetak sekian kali per menit, itu matematika. Tulisan ini dibuat berapa kata, itu matematika. Semua unsur kehidupan tak pernah lepas dari unsur matematika. Itulah mengapa pentingnya kita untuk belajar matematika.
Matematika adalah ilmu tentang konsep, angka, prinsip bisa juga ditulis menggunakan simbol-simbol yang digunakan untuk lebih mudah menguasai dan mengerti. Matematika adalah ilmu pasti, jadi orang yang suka kepastian pasti suka matematika ^^ hehe.
Mari kita bahas sebenarnya faktor apa saja yang membuat orang-orang kurang minat terhadap matematika.
1.      Kesiapan belajar
Kesiapan belajar adalah suatu perubahan keadaan dalam diri seseorang yang membuatnya siap memberi jawaban atau respon untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kesiapan belajar berarti anak harus siap secara fisik, mental atau psikis dan materiil.
 Fisik disini diartikan seperti anak sering mengantuk, cepat lelah, mudah sakit, dan lain-lain, psikis yang dimaksud adalah kepercayaan diri sang anak, apakah dia sudah bisa atau belum. Materiil, diartikan sebagai banyaknya ilmu yang didapat atau buku yang dibaca. Jadi untuk para bunda dan calon bunda, jangan bingung bila anak belum paham matematika. Kunci pengembangan diri anak ada pada bunda dan orang-orang disekitarnya. Misalnya anak kurang siap pada kondisi psikis dari tingkat kepercayaan dirinya. Maka yang bunda harus lakukan adalah meyakinkan dia kalau dia bisa berdiri sendiri. Kita support dia, berikan kepercayaan penuh kita padanya, walaupun dia masih bergerak lamban tapi sabarlah wahai bunda. Anak-anak hanya butuh pendampingan dan arahan dari kita.

2.      Kesulitan berkonsentrasi

Dunia anak adalah dunia permainan, anak-anak belum mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Anak-anak hanya mengetahui mana yang enak menurut perasaannya dan mana yang tidak enak menurut perasaannya. Maka dari itu kita sering mendapati anak-anak ketika diberi tugas oleh gurunya justru main keluar kelas, apalagi masih kelas 1 / 2 SD. Keinginan bermainnya itu kadang yang membuat kesulitan anak-anak untuk berkonsentrasi. Di era modern seperti sekarang ini, banyak yang telah menyadari pentingnya belajar sambil bermain dengan anak-anak.
Untuk dapat menarik perhatian anak-anak, kita harus terlebih dahulu memiliki perasaan yang satu dengan mereka, menjadi seperti mereka dan dekat dengan mereka. Kita harus membuat kondisi yang membuat mereka tertarik dan ingin belajar sambil bermain dengan kita. Dengan metode yang satu ini mungkin akan membuat pelajaran cepat masuk ke anak-anak. Karena sejatinya anak-anak adalah peniru ulung. Dia senang meniru apa yang orang sekitarnya lakukan.
3.      Kesulitan belajar

Kesulitan belajar ini bukan karena faktor intelegensi yang rendah. Tetapi bisa juga didapat dari faktor non-intelegensi. Jadi orang yang IQ nya tinggi juga belum tentu menjamin keberhasilan belajar. Untuk mempermudah pembelajaran, maka hendaknya kita mengajarkan dari hal sederhana ke kompleks. Bukan sebaliknya. Menurut sholeh, kesulitan belajar matematika dapat disebabkan oleh faktor :
a.       Tidak dapat menangkap konsep
b.      Tidak mengerti arti lambang
c.       Tidak memahami asal usul prinsip
d.      Tidak bisa menggunakan operasi atau prosedur
e.       Ketidaklengkapan ilmu pengetahuan
Karena sejatinya matematika adalah ilmu tentang konsep, ilmu tentang lambang, prinsip, tata cara yang dikemas secara pasti. Jadi untuk bisa menguasai matematika kita harus paham konsep, lambang, prosedur  atau tata cara dalam matematika. So.. dipraktekkan yaa ilmu dari blog ini ^^
Firman Allah dalam Q.S Fatir: 19 yang artinya:
“Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat”.
Dalam sebuah hadis menyebutkan :
“Menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan”
Silahkan mulai dari sekarang pahami konsep, lambang, prinsip dan alur matematika yooo.. semangat belajar. Karena sedikit-sedikit lama-lama akan menjadi bukit.


Sumber :

19 komentar:

  1. Terlalu panjang di alenia pertama. Tapi bagus dalam diksi-diksi yang digunakan

    BalasHapus
  2. Bagus, Sangat membantu

    BalasHapus
  3. Kalau bahasa anak Teknik selain matematika teknik adalagi yg jadi momok. Kalkulus. Iya kalkulus. Hoho. Lanjutkan saaa...

    BalasHapus
  4. Semangat matematika!!!

    BalasHapus
  5. Tetep aja kak aku ga suka wkwk

    BalasHapus
  6. Semangaaaaaaaaat aca 💪💞💞

    BalasHapus
  7. Iya bener. Kalo udh ngerti matematika, bakal seru bgt kalo ngerjain soal-soalnya sampe kayak ketagihan gitu

    BalasHapus
  8. Nggak boleh takut sama matematika karena kita hanya boleh takut pada Allah 😀😄

    BalasHapus
  9. Bisa ditinjau dari aspek psikologi, sedikit kritik tentang sistem pendidikan kita yang cenderung "memaksa" anak harus mengerti padahal itu bukan difase perkembanganya. Tetaplah berlatih, matematika itu ilmu pasti jadi lebih mudah mencari jawabanya dibanding kita mengadu argumen tentang isue yang ada. Tetapi menulis, sangat bermanfaat!

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Awalnya suka pelajaran MTK tapi semakin keatas semakin kurang suka....ada solusinya gak nih hehehehe

    BalasHapus