Minggu, 24 November 2019


Kasus Bunuh Diri di kalangan Remaja

bunuh diri
Kenapa sih remaja itu sering terpikirkan “bunuh diri”, padahal kalau mereka memiliki prinsip yang kuat dalam hidupnya, maka mereka tidak akan terpikirkan sama sekali tentang hal itu. Masa remaja adalah masa yang rawan. Masa dimana peralihan
kita dari anak-anak menuju dewasa. Masa bimbang. Masa keras kepala. Ya memang masanya. Terkadang ketika kita memiliki masalah yang berat, disaat kita sedang lelah-lelahnya, ingin rasanya berhenti dari semuanya. Tapi ya kita jangan memiliki pikiran untuk berhenti dari hidup kita sendiri, karena “mati itu tidak menyelesaikan masalah”.
Faktor-faktor yang menyebabkan remaja memiliki keinginan bunuh diri:

1.      Masalah Berat dalam Pikiran
stress
Orang yang mudah kepikiran, pasti setiap omongan orang lain dia pikirkan. Baik dari hal positif ataupun negatif. Tapi sisi negatifnya lebih banyak diambil oleh orang pemikir ini. Mereka takut untuk tidak menjadi “wajar” dihadapan orang lain. Mereka tidak memberikan diri mereka menjadi “diri mereka” sendiri. Nah, tentunya, hal ini harus kita buang jauh-jauh dari pikiran kita. Karena kalau kita apa-apa dibawa pikiran, pasti ujung-ujungnya gaada yang jalan, takut melangkah, tidak percaya diri, stress dan yang pasti tidak menjadi “diri sendiri”.
Dari stress itu kemudian yang terkadang membuat sebagian orang berpikir “tidak ada jalan keluar”, yang akhirnya memilih jalan instan menyelesaikan masalah dalam hidup, yaitu “bunuh diri”.
2.      Kesepian
akibat stress berlebih

Banyak dari kita yang sering merasa sendiri ditampat ramai. Itu yang dinamakan dengan kesepian. Kadang kita hanya butuh teman curhat untuk berbagi cerita dan mengungkapkan keluh kesah. Tapi akan lebih baik kalau hanya cerita pada Allah di sepertiga malam terakhir saja : ) eeaa… karena tidak memiliki teman untuk berbagi, banyak dari remaja yang memiliki keinginan untuk bunuh diri, apalagi ketika masalah berat tak kunjung usai.
3.      Bullying
bullying
Kasus bullying ini tak henti-hentinya menjadi permasalahan di dunia. Karena ada orang yang tidak suka dengan kesuksesan kita, atau kecantikan, atau kecerdasan, atau hal-hal lain yang “orang itu” sebenarnya tak memiliki apa yang kita punya. Pada hakikatnya, kita tak perlu khawatir kalau kita di bully, tenang saja, anggap saja mereka sedang memberikan pahala-pahala mereka untuk kita. Dan kamu juga tidak perlu takut terhadap orang yang membully kamu. Kamu hanya perlu membuktikan, bahwa kamu bisa, kamu memang lebih maju dibandingkan dia. Kamu juga harus terus bersikap baik terhadap orang yang membully kita. Siapa tahu mereka bisa terketuk hatinya dan mendapatkan hidayah melalui tangan kita : ). Bahkan Rasullullah SAW yang merupakan tauladan kita semua memberikan contoh konkrit terhadap orang yang membullynya.
Saya akan mengulas sedikit kisah Rasullullah SAW ketika beliau mencontohkan sikap baiknya terhadap orang yang membullynya. Pada suatu hari, Rasul SAW sedang berjalan, tapi pasti di setiap lewat jalan itu pasti ada orang kafir yang selalu menunggu dan siap melemparkan kotoran kepada Rasul SAW. Setiap beliau lewat jalan itu, pasti beliau dilempari kotoran oleh orang kafir itu. Dan suatu saat orang yang melempari beliau dengan kotoran ini ketika beliau berjalan dan heran “kok hari ini dia tidak ada”, kalau Bahasa kita mah begitu. Lalu Rasul SAW bertanya kepada orang sekitar dimana rumah orang yang selalu melemparinya dengan kotoran itu. Ternyata si pelempar kotoran ini sedang sakit. Dan ketika itu Rasul SAW menjadi orang pertama yang menjenguknya. Dan orang yang melemparkan kotoran ini menangis, “kenapa engkau menjengukku, padahal aku sudah melemparimu dengan kotoran”. Dan di pelempar kotoran ini akhirnya terketuk pintu htinya, mendapatkan hidayah dan juga menyatakan dirinya masuk Islam saai itu juga. Begitulah akhlak seorang Rasul, Rasul kita, SAW, suri tauladan yang paling baik di dunia ini. Dari kisah itulah kita dapat belajar bahwa “seburuk apapun orang memperlakukanmu, kamu harus berbuat baik padanya” dan itu yang dinamakan dengan rendah hati.
4.      Kurangnya rasa percaya terhadap Tuhan
iman
Dalam Islam, kita percaya bahwa Allah akan senantiasa menguji hambanya untuk menaikkan derajat hambanya disisiNya. Sebagai muslim sejati, kita harus meyakini, bahwa walaupun diluarnya kelihatan masalah, tapi di dalam masalah itu akan selalu indah. Kita harus selalu berkhusnuzon akan ketetapan Allah azza wa jalla.

Pada intinya kita harus yakin dan percaya akan ketetapan Allah. Apa yang Allah beri kepada kita pastilah yang terbaik bagi kita. Tak harus membuat kita senang dahulu. Bisa jadi ujian yang menimpa kita itu ujian untuk merendahkan hati kita, membuat kita menjadi orang yang lebih sabar, membuat kita menjadi pribadi yang senantiasa bersyukur padaNya. Ada dua kunci dalam kehidupan: sabar dan syukur. Jadi kita harus menguatkan 2 konsep ini kedalam hati kita dan kita Implementasikan pada kegiatan sehari-hari : ).

Rujukan :

36 komentar:

  1. Mantap sal materinya, terusin dakwahnya ya.. masya allah...

    BalasHapus
  2. Semoga kita terlindung dr depresi sehingga kita tidak mempunyai pikiran untuk bunuh diri, Nice info! Semangat selalu! Salam sehat mental 💓

    BalasHapus
  3. Bagi teman-teman yang lagi ada masalah, bunuh diri dan self harm itu bukan jalan keluar. Cerita aja ke orang orang terdekat terutama Allah yang maha pemberi petunjuk

    BalasHapus
  4. Mantap, biasanya beralenia yang banyak.

    BalasHapus
  5. Semangat terus sa... Lanjutkan menulisnya. Ditunggu launching bukunya. Hee
    Karna menulis itu lebih dari membaca. Setiap orang yg membaca belum tentu menulis, tapi kalau menulis "kudu, wajib" banyak membaca. (Nasihat guru menulis, pada zamannya) 😄

    BalasHapus
  6. Bermanfaaat banget, terimakasih kak

    BalasHapus
  7. Biasanya minta diajakin ngopi orang-orang yang begitu ;)

    BalasHapus
  8. MasyaAllah, bermanfaat sekali. Semangaatt saa

    BalasHapus
  9. Tetap tenang dalam menghadapi masalah, dan libatkan Allah dalama semua kegiatan ❤❤.
    Mantapp tulisanya

    BalasHapus
  10. Wah.... Luar biasa
    Semangat terus menulisnya

    BalasHapus
  11. Masyaallah,, semangat kak,, lanjutkan dakwah kakak lewat tulisan ini😊

    BalasHapus
  12. Informasinya bermanfaat sekali. Terimakasi yaaa

    BalasHapus
  13. ukhtivis terbaique!❤ semangad terus yaw��

    BalasHapus
  14. Semangaaaaaaaaat aca 💪💞💞

    BalasHapus
  15. Gimana yaa. Kalo orang udh terlanjur depresi, susah dinasehatinnya. Kayak ngeyel gitu, pengennya nyerah buat idup. Gimana ya solusi nya ngadepin orang kayak gitu supaya semangat lagi. Masalahnya keluarga nya juga gak dukung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Balik lagi sama Allah ya, ngadu sama Dia. Do'akan agar Allah selalu menguatkannya dan semoga Allah memberikan jalan keluar yang terbaik untuknya dan keluarganya. "Sesungguhnya Allah sebaik-baik penolong"

      Hapus
  16. Gimana yaa. Kalo orang udh terlanjur depresi, susah dinasehatinnya. Kayak ngeyel gitu, pengennya nyerah buat idup. Gimana ya solusi nya ngadepin orang kayak gitu supaya semangat lagi. Masalahnya keluarga nya juga gak dukung

    BalasHapus
  17. Thanks kak, artikelnya sangat bermanfaat😍

    BalasHapus
  18. Spread the happiness, salam bahagia! Semoga generasi emas kita inu dapat melewati tahap perkembangan remaja ini dengan baik.tetaplah berbagi kebaikan dan peduli dengan sesama.

    BalasHapus
  19. Putus asa adalah dosa...semangati generasi muda agar lebih berprestasi dan dekat dengan Allah 👍👍👍

    BalasHapus