Kasus Bunuh Diri di kalangan Remaja
![]() |
| bunuh diri |
kita dari anak-anak menuju dewasa. Masa bimbang. Masa keras kepala. Ya memang masanya. Terkadang ketika kita memiliki masalah yang berat, disaat kita sedang lelah-lelahnya, ingin rasanya berhenti dari semuanya. Tapi ya kita jangan memiliki pikiran untuk berhenti dari hidup kita sendiri, karena “mati itu tidak menyelesaikan masalah”.
Faktor-faktor
yang menyebabkan remaja memiliki keinginan bunuh diri:
1. Masalah
Berat dalam Pikiran
![]() |
| stress |
Orang
yang mudah kepikiran, pasti setiap omongan orang lain dia pikirkan. Baik dari
hal positif ataupun negatif. Tapi sisi negatifnya lebih banyak diambil oleh
orang pemikir ini. Mereka takut untuk tidak menjadi “wajar” dihadapan orang lain. Mereka tidak memberikan diri mereka
menjadi “diri mereka” sendiri. Nah, tentunya, hal ini harus kita buang
jauh-jauh dari pikiran kita. Karena kalau kita apa-apa dibawa pikiran, pasti
ujung-ujungnya gaada yang jalan, takut melangkah, tidak percaya diri, stress
dan yang pasti tidak menjadi “diri sendiri”.
Dari
stress itu kemudian yang terkadang membuat sebagian orang berpikir “tidak ada
jalan keluar”, yang akhirnya memilih jalan instan menyelesaikan masalah dalam
hidup, yaitu “bunuh diri”.
2. Kesepian
![]() |
| akibat stress berlebih |
Banyak
dari kita yang sering merasa sendiri ditampat ramai. Itu yang dinamakan dengan
kesepian. Kadang kita hanya butuh teman curhat untuk berbagi cerita dan
mengungkapkan keluh kesah. Tapi akan lebih baik kalau hanya cerita pada Allah
di sepertiga malam terakhir saja : ) eeaa… karena tidak memiliki teman untuk
berbagi, banyak dari remaja yang memiliki keinginan untuk bunuh diri, apalagi
ketika masalah berat tak kunjung usai.
3.
Bullying
![]() |
| bullying |
Kasus
bullying ini tak henti-hentinya
menjadi permasalahan di dunia. Karena ada orang yang tidak suka dengan
kesuksesan kita, atau kecantikan, atau kecerdasan, atau hal-hal lain yang “orang
itu” sebenarnya tak memiliki apa yang kita punya. Pada hakikatnya, kita tak
perlu khawatir kalau kita di bully,
tenang saja, anggap saja mereka sedang memberikan pahala-pahala mereka untuk
kita. Dan kamu juga tidak perlu takut terhadap orang yang membully kamu. Kamu hanya
perlu membuktikan, bahwa kamu bisa, kamu memang lebih maju dibandingkan dia. Kamu
juga harus terus bersikap baik terhadap orang yang membully kita. Siapa tahu
mereka bisa terketuk hatinya dan mendapatkan hidayah melalui tangan kita : ). Bahkan
Rasullullah SAW yang merupakan tauladan kita semua memberikan contoh konkrit
terhadap orang yang membullynya.
Saya
akan mengulas sedikit kisah Rasullullah SAW ketika beliau mencontohkan sikap
baiknya terhadap orang yang membullynya.
Pada suatu hari, Rasul SAW sedang berjalan, tapi pasti di setiap lewat jalan
itu pasti ada orang kafir yang selalu menunggu dan siap melemparkan kotoran
kepada Rasul SAW. Setiap beliau lewat jalan itu, pasti beliau dilempari kotoran
oleh orang kafir itu. Dan suatu saat orang yang melempari beliau dengan kotoran
ini ketika beliau berjalan dan heran “kok hari ini dia tidak ada”, kalau Bahasa
kita mah begitu. Lalu Rasul SAW bertanya kepada orang sekitar dimana rumah
orang yang selalu melemparinya dengan kotoran itu. Ternyata si pelempar kotoran
ini sedang sakit. Dan ketika itu Rasul SAW menjadi orang pertama yang
menjenguknya. Dan orang yang melemparkan kotoran ini menangis, “kenapa engkau menjengukku, padahal aku
sudah melemparimu dengan kotoran”. Dan di pelempar kotoran ini akhirnya terketuk
pintu htinya, mendapatkan hidayah dan juga menyatakan dirinya masuk Islam saai
itu juga. Begitulah akhlak seorang Rasul, Rasul kita, SAW, suri tauladan yang
paling baik di dunia ini. Dari kisah itulah kita dapat belajar bahwa “seburuk
apapun orang memperlakukanmu, kamu harus berbuat baik padanya” dan itu yang
dinamakan dengan rendah hati.
4. Kurangnya
rasa percaya terhadap Tuhan
![]() |
| iman |
Dalam Islam, kita
percaya bahwa Allah akan senantiasa menguji hambanya untuk menaikkan derajat
hambanya disisiNya. Sebagai muslim sejati, kita harus meyakini, bahwa walaupun
diluarnya kelihatan masalah, tapi di dalam masalah itu akan selalu indah. Kita harus
selalu berkhusnuzon akan ketetapan Allah azza wa jalla.
Pada
intinya kita harus yakin dan percaya akan ketetapan Allah. Apa yang Allah beri
kepada kita pastilah yang terbaik bagi kita. Tak harus membuat kita senang
dahulu. Bisa jadi ujian yang menimpa kita itu ujian untuk merendahkan hati
kita, membuat kita menjadi orang yang lebih sabar, membuat kita menjadi pribadi
yang senantiasa bersyukur padaNya. Ada dua kunci dalam kehidupan: sabar dan
syukur. Jadi kita harus menguatkan 2 konsep ini kedalam hati kita dan kita Implementasikan
pada kegiatan sehari-hari : ).
Rujukan :





Mantap sal materinya, terusin dakwahnya ya.. masya allah...
BalasHapus😭
BalasHapusSemoga kita terlindung dr depresi sehingga kita tidak mempunyai pikiran untuk bunuh diri, Nice info! Semangat selalu! Salam sehat mental 💓
BalasHapusBagi teman-teman yang lagi ada masalah, bunuh diri dan self harm itu bukan jalan keluar. Cerita aja ke orang orang terdekat terutama Allah yang maha pemberi petunjuk
BalasHapusMantap, biasanya beralenia yang banyak.
BalasHapusSemangat terus sa... Lanjutkan menulisnya. Ditunggu launching bukunya. Hee
BalasHapusKarna menulis itu lebih dari membaca. Setiap orang yg membaca belum tentu menulis, tapi kalau menulis "kudu, wajib" banyak membaca. (Nasihat guru menulis, pada zamannya) 😄
Bermanfaaat banget, terimakasih kak
BalasHapusBiasanya minta diajakin ngopi orang-orang yang begitu ;)
BalasHapusMantapppp,
BalasHapusMasyaAllah, bermanfaat sekali. Semangaatt saa
BalasHapusTetap tenang dalam menghadapi masalah, dan libatkan Allah dalama semua kegiatan ❤❤.
BalasHapusMantapp tulisanya
Mantap nih ...
BalasHapusWah.... Luar biasa
BalasHapusSemangat terus menulisnya
Masyaallah,, semangat kak,, lanjutkan dakwah kakak lewat tulisan ini😊
BalasHapusmantapp.. semangat...
BalasHapusWahh bermanfaat banget
BalasHapusBagus, sangat bermanfaat
BalasHapusInformasinya bermanfaat sekali. Terimakasi yaaa
BalasHapusInformatif👍
BalasHapusKeep hammāsah beb❤️
BalasHapusukhtivis terbaique!❤ semangad terus yaw��
BalasHapusSals😆👍
BalasHapusSemangaaaaaaaaat aca 💪💞💞
BalasHapusWawww keren
BalasHapusGimana yaa. Kalo orang udh terlanjur depresi, susah dinasehatinnya. Kayak ngeyel gitu, pengennya nyerah buat idup. Gimana ya solusi nya ngadepin orang kayak gitu supaya semangat lagi. Masalahnya keluarga nya juga gak dukung
BalasHapusBalik lagi sama Allah ya, ngadu sama Dia. Do'akan agar Allah selalu menguatkannya dan semoga Allah memberikan jalan keluar yang terbaik untuknya dan keluarganya. "Sesungguhnya Allah sebaik-baik penolong"
HapusGimana yaa. Kalo orang udh terlanjur depresi, susah dinasehatinnya. Kayak ngeyel gitu, pengennya nyerah buat idup. Gimana ya solusi nya ngadepin orang kayak gitu supaya semangat lagi. Masalahnya keluarga nya juga gak dukung
BalasHapusPanutanku🤗
BalasHapusMantap pisan eyy
BalasHapusAku pernah ada dititik ini :")
BalasHapusSangat bermanfaat :')
BalasHapusThanks kak, artikelnya sangat bermanfaat😍
BalasHapusSpread the happiness, salam bahagia! Semoga generasi emas kita inu dapat melewati tahap perkembangan remaja ini dengan baik.tetaplah berbagi kebaikan dan peduli dengan sesama.
BalasHapus😊
BalasHapusCakep
BalasHapusPutus asa adalah dosa...semangati generasi muda agar lebih berprestasi dan dekat dengan Allah 👍👍👍
BalasHapus