Rabu, 30 Oktober 2019


Kecerdasan Emosional? Pentingkah?


Kecerdasan Emosional



Kecerdasan Emosional adalah kemampuan seseorang dalam menerima, menilai dan mengelola emosinya. Menurut KBBI, Kecerdasan Emosional yaitu kecerdasan yang berkenaan dengan hati dan kepedulian antar sesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar.
Kecerdasan sendiri adalah kecakapan menemui situasi baru dan belajar melakukan dengan tanggapan menyesuaikan diri. Sedangkan Emosi menurut Daniel Goleman ialah menunjukkan pada  perasaan dan pikiran yang khas dalam suatu keadaan biologis dan psikologis serta serangkaian kecenderungan untuk bertindak.
Kecerdasan Emosional dalam Bahasa Inggris disebut juga dengan Emotional Quotient (EQ). istilah ini dikenalkan oleh Peter Salovey pada tahun 1990. Kecerdasan emosional sendiri sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Kecerdasan emosional dapat menjadi minat bagi banyak orang dari konsep, karya, ide ataupun dari produknya. Kecerdasan emosional tampil sinergis dengan kemampuan kognitif.  Orang tidak akan mampu menggunakan kemampuan kognitif secara maksimal tanpa kecerdasan emosional.
Sampai saat ini, kecerdasan emosional ini belum ada tolak ukurnya. Namun Daniel Goleman ini, membagi kecerdasan emosional menjadi :
1.       Kesadaran diri
Kesadaran diri disini dapat dimaksudkan bagaimana cara kita untuk mengenali emosi pada diri kita sendiri. Mulai dari rasa senang, sedih, kecewa, marah, takut, khawatir, curiga, bahagia, dll.
2.       Pengaturan Diri
Pengaturan diri adalah bagaimana kita mengelola emosi kita. Misalkan dalam suatu rapat, kita tak mungkin memaksakan kehendak pendapat kita, kita harus bisa mengelola emosi. Atau saat adik kita tidak bisa mengancing baju, kita jangan memarahinya, tapi kita harus sabar dan membantunya, kasih tau bagaimana cara mengancing baju.
3.       Motivasi
Motivasi disini dimaksudkan kepada motivasi diri sendiri. Setiap orang pasti membutuhkan motivasi. Tapi motivasi yang paling besar pengaruhnya ialah motivasi dari dalam diri sendiri. Kita harus bisa memotivasi diri kita supaya bisa menjadi orang yang lebih baik lagi kedepannya.
4.       Empati
     Tuhan telah menciptakan manusia dengan perasaan kasih sayang didalam hatinya. Kita pasti punya rasa empati dalam diri kita. Empati ini bisa disebut dengan “mengenali emosi orang lain”
5.       Keterampilan Sosial
Keterampilan sosial adalah seni membina hubungan. Bagaimana kita bisa berhubungan baik dirumah, sekolah atau tempat kerja. Banyak dari kita yang mempunyai sikap “menjengkelkan” yang kadang membuat orang lain menjauh dari kita. Dengan memperbaiki kecerdasan emosi kita, maka kita akan bisa membangun hubungan baik dengan orang lain.

Nah selanjutnya, apa saja sih yang menjadi faktor kecerdasan emosional ?

1.       Internal
Faktor yang berasal dari dalam diri kita sendiri disebut dengan faktor internal. Contohnya seperti kesadaran diri akan tanggungjawab.
2.       Eksternal
Faktor lingkungan merupakan salah satu contoh dari faktor eksternal. Faktor eksternal ini adalah faktor yang kita dapat dari luar diri. Lingkungan yang baik akan membentuk emosional yang baik. Sedangkan lingkungan buruk akan mengganggu emosional kita sendiri.

Jenis-jenis kecerdasan emosional :

1.       Amarah
Sangat tidak senang; berang; gusar
2.       Kesedihan
Merasa sangat pilu; sedu; sedan; isak
3.       Rasa takut
Merasa gentar
4.       Cinta
Suka sekali; sayang benar; kasih sekali; terpikat
5.       Terkejut
Terperanjat; kaget
6.       Kenikmatan
Enak; lezat; merasa puas; senang
7.       Malu
Merasa tidak enak hati; Segan melakukan sesuatu karena rasa hormat, agak takut, dsb.
8.       Jengkel
Kesal; mendongkol
Selain kecerdasan emosional (EQ), terdapat juga kecerdasan spiritual (SQ) dan kecerdasan intelektual atau nilai kecerdasan seseorang (IQ). Untuk IQ akan kita bahas pada postingan selanjutnya. Jangan bosan buka blog salsa ya kawan.. terimakasih :)

Sumber :
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta.


31 komentar:

  1. Menurut kamu,statement yang lagi booming sekarang ini, "Orang jahat berasal dari orang baik yang tersakiti"
    Itu termasuk kecerdasan emosional bukan? Beserta alasannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut penulis itu hanya persepsi belaka, karena sebenernya kalau orang baik walaupun udah disakitin dia gaakan berbuat jahat. orang yang berbuat jahat hanya orang yang pura-pura baik :)

      Hapus
    2. Hanya persepsi belaka, guud

      Hapus
  2. Waah mantaap.. Sangat menarik dibaca

    BalasHapus
  3. Semoga kita pandai mengelola kecerdasan emosional kita

    BalasHapus
  4. Wahh terimakasii penulis, infonya sangat membantu

    BalasHapus
  5. Luar biasa,,, nambah ilmu saya nih,,,

    BalasHapus
  6. Jadi lebih paham, untuk mengatur emosional diri sendiri. Terima kasih info nya .

    BalasHapus
  7. Dapet ilmu lgi tentang emosional. Terima kasih kaka ilmunya

    BalasHapus
  8. Postingannya yang menarik banget buat dibaca

    BalasHapus
  9. Good information!πŸ‘πŸ»πŸ–€

    BalasHapus
  10. "Kecerdasan emosional sendiri sangat dipengaruhi oleh lingkungan"

    Menurut Salsa, apakah emosional orang bertipe introvert dapat dipengaruhi oleh lingkungan atau dunia luar?
    Sekian, terima kasih :D

    BalasHapus
  11. Introvert sendiri memang hanya ingin terbuka kepada beberapa orang saja, tapi dengan beberapa orang itu bisa memepengaruhi emosional sang introvert juga, selain itu ada faktor yg lain juga, seperti hal" yang ditonton, hal" yg dibaca, dan hal" yang didengar oleh "sang introvert", tetap saja, kita sebagai manusia akan "terkontaminasi" dengan faktor lingkungan

    BalasHapus
  12. Intinya SQ, EQ, & IQ harus seimbang. Sama aja kayak dunia & akhirat harus seimbang

    BalasHapus
  13. MasyaaAllahh, barakallah caraπŸ’ž

    BalasHapus
  14. Perlu belajar nich πŸ˜„πŸ™

    BalasHapus