Kecerdasan Emosional? Pentingkah?
Kecerdasan Emosional
Kecerdasan Emosional adalah kemampuan seseorang dalam menerima, menilai
dan mengelola emosinya. Menurut KBBI, Kecerdasan Emosional yaitu kecerdasan
yang berkenaan dengan hati dan kepedulian antar sesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar.
Kecerdasan sendiri adalah kecakapan menemui situasi baru dan belajar
melakukan dengan tanggapan menyesuaikan diri. Sedangkan Emosi menurut Daniel
Goleman ialah menunjukkan pada perasaan dan pikiran yang khas dalam suatu
keadaan biologis dan psikologis serta serangkaian kecenderungan untuk
bertindak.
Kecerdasan Emosional dalam Bahasa Inggris disebut juga dengan Emotional Quotient (EQ). istilah ini dikenalkan oleh Peter Salovey pada tahun 1990. Kecerdasan emosional sendiri sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Kecerdasan emosional dapat menjadi minat bagi banyak orang dari konsep, karya, ide ataupun dari produknya. Kecerdasan emosional tampil sinergis dengan kemampuan kognitif. Orang tidak akan mampu menggunakan kemampuan
kognitif secara maksimal tanpa kecerdasan emosional.
Sampai saat ini, kecerdasan emosional ini belum ada tolak ukurnya. Namun Daniel Goleman ini, membagi kecerdasan emosional menjadi :
1.
Kesadaran diri
Kesadaran diri
disini dapat dimaksudkan bagaimana cara kita untuk mengenali emosi pada diri
kita sendiri. Mulai dari rasa senang, sedih, kecewa, marah, takut, khawatir,
curiga, bahagia, dll.
2.
Pengaturan Diri
Pengaturan diri
adalah bagaimana kita mengelola emosi kita. Misalkan dalam suatu rapat, kita
tak mungkin memaksakan kehendak pendapat kita, kita harus bisa mengelola emosi.
Atau saat adik kita tidak bisa mengancing baju, kita jangan memarahinya, tapi
kita harus sabar dan membantunya, kasih tau bagaimana cara mengancing baju.
3.
Motivasi
Motivasi disini
dimaksudkan kepada motivasi diri sendiri. Setiap orang pasti membutuhkan
motivasi. Tapi motivasi yang paling besar pengaruhnya ialah motivasi dari dalam
diri sendiri. Kita harus bisa memotivasi diri kita supaya bisa
menjadi orang yang lebih baik lagi kedepannya.
4.
Empati
Tuhan telah menciptakan manusia
dengan perasaan kasih sayang didalam hatinya. Kita pasti punya rasa empati
dalam diri kita. Empati ini bisa disebut dengan “mengenali emosi orang lain”
5.
Keterampilan Sosial
Keterampilan sosial
adalah seni membina hubungan. Bagaimana kita bisa berhubungan baik dirumah,
sekolah atau tempat kerja. Banyak dari kita yang mempunyai sikap “menjengkelkan”
yang kadang membuat orang lain menjauh dari kita. Dengan memperbaiki kecerdasan
emosi kita, maka kita akan bisa membangun hubungan baik dengan orang lain.
Nah selanjutnya, apa saja sih yang menjadi faktor kecerdasan emosional ?
1.
Internal
Faktor yang berasal dari dalam diri
kita sendiri disebut dengan faktor internal. Contohnya seperti kesadaran diri akan tanggungjawab.
2.
Eksternal
Faktor lingkungan merupakan salah satu contoh dari faktor eksternal. Faktor eksternal ini adalah faktor yang kita dapat dari luar diri. Lingkungan yang baik akan membentuk emosional yang
baik. Sedangkan lingkungan buruk akan mengganggu emosional kita sendiri.
Jenis-jenis kecerdasan emosional :
1.
Amarah
Sangat tidak senang; berang; gusar
2.
Kesedihan
Merasa sangat pilu; sedu; sedan; isak
3.
Rasa takut
Merasa gentar
4.
Cinta
Suka sekali; sayang benar; kasih sekali; terpikat
5.
Terkejut
Terperanjat; kaget
6.
Kenikmatan
Enak; lezat; merasa puas; senang
7.
Malu
Merasa tidak enak hati; Segan melakukan sesuatu karena rasa
hormat, agak takut, dsb.
8.
Jengkel
Kesal; mendongkol
Selain kecerdasan emosional (EQ), terdapat juga kecerdasan spiritual (SQ)
dan kecerdasan intelektual atau nilai kecerdasan seseorang (IQ). Untuk IQ akan
kita bahas pada postingan selanjutnya. Jangan bosan buka blog salsa ya kawan..
terimakasih :)
Sumber :
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2016). Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Jakarta.

Menurut kamu,statement yang lagi booming sekarang ini, "Orang jahat berasal dari orang baik yang tersakiti"
BalasHapusItu termasuk kecerdasan emosional bukan? Beserta alasannya?
menurut penulis itu hanya persepsi belaka, karena sebenernya kalau orang baik walaupun udah disakitin dia gaakan berbuat jahat. orang yang berbuat jahat hanya orang yang pura-pura baik :)
HapusHanya persepsi belaka, guud
HapusWaah mantaap.. Sangat menarik dibaca
BalasHapusSemoga kita pandai mengelola kecerdasan emosional kita
BalasHapusmenarik sal wkwk
BalasHapusWahh terimakasii penulis, infonya sangat membantu
BalasHapusTerimakasih infonya!
BalasHapusLuar biasa,,, nambah ilmu saya nih,,,
BalasHapusJadi lebih paham, untuk mengatur emosional diri sendiri. Terima kasih info nya .
BalasHapusDapet ilmu lgi tentang emosional. Terima kasih kaka ilmunya
BalasHapusBagus mba
BalasHapusmantappp
BalasHapuswahh bagus nihh
BalasHapusMasyaaAllah tabarakallaah❤
BalasHapusMashaAllah menarik sekali
BalasHapusPostingannya yang menarik banget buat dibaca
BalasHapusBagusss euy
BalasHapusGood information!ππ»π€
BalasHapusMantull nih :)
BalasHapusMasya allah... Mantpa banget
BalasHapusmanteup caa
BalasHapusMantap! Nice info:)
BalasHapusKeren nih.. Harusnya pada baca
BalasHapus"Kecerdasan emosional sendiri sangat dipengaruhi oleh lingkungan"
BalasHapusMenurut Salsa, apakah emosional orang bertipe introvert dapat dipengaruhi oleh lingkungan atau dunia luar?
Sekian, terima kasih :D
Introvert sendiri memang hanya ingin terbuka kepada beberapa orang saja, tapi dengan beberapa orang itu bisa memepengaruhi emosional sang introvert juga, selain itu ada faktor yg lain juga, seperti hal" yang ditonton, hal" yg dibaca, dan hal" yang didengar oleh "sang introvert", tetap saja, kita sebagai manusia akan "terkontaminasi" dengan faktor lingkungan
BalasHapusIntinya SQ, EQ, & IQ harus seimbang. Sama aja kayak dunia & akhirat harus seimbang
BalasHapusMeuni oke π₯°
BalasHapusMasyaaAllahh, barakallah caraπ
BalasHapusInformatif sekaliπ
BalasHapusPerlu belajar nich ππ
BalasHapus